
Gereja Santa Maria de Fatima, Bangunan Unik Bergaya Tionghoa
Beranda / Article / Enjoy Wisata Religi / Gereja Santa Maria de Fatima, Bangunan Unik Bergaya Tionghoa

Published | By Administrator
Berdiri sejak tahun 1850, Gereja Santa Maria de Fatima merupakan gereja unik dengan desain menyerupai bangunan khas Tiongkok. Gereja ini identik dengan perpaduan warna merah dan emas yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran. Pada bagian atap yang melengkung, yang diartikan sebagai simbol surga dan hal-hal luhur, tertancap salib untuk membedakannya dengan kelenteng.
Bangunan gereja ini awalnya merupakan rumah milik seorang kapiten Tionghoa terpandang di Batavia. Pada tahun 1953, Keuskupan Agung Jakarta membeli rumah tersebut untuk dialihfungsikan menjadi gereja Katolik, khususnya bagi komunitas Tionghoa di kawasan Glodok. Pastor yang bertugas saat itu adalah Pater Wilhelmus Krause van Eeden, SJ. Selain digunakan sebagai gereja, kawasan ini juga digunakan sebagai asrama dan sekolah.
Awalnya, gereja ini bernama Toesebio, kemudian diubah menjadi Santa Maria de Fatima. Nama tersebut diambil dari cerita tentang penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala. Pada pintu masuk terdapat dua patung singa sebagai lambang perlindungan dan keberanian. Selain itu, dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa diyakini dapat menolak bala dan menjadi simbol kemegahan kalangan bangsawan.
Gereja Santa Maria de Fatima dilindungi oleh undang-undang dan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada tahun 1972 serta cagar budaya DKI Jakarta pada tahun 1993. Penetapan tersebut didasarkan pada nilai sejarah dan arsitekturnya yang mempertahankan gaya bangunan khas Fukien atau Tiongkok Selatan, sekaligus menjadi lambang keberagaman budaya di Jakarta.
Lokasi
Alamat
Jl. Kemenangan III No.47, RT.3/RW.2, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120
Kontak
Instagram: https://www.instagram.com/smdf_toasebio/?hl=en
𝗦𝗘𝗞𝗥𝗘𝗧𝗔𝗥𝗜𝗔𝗧 081315196869(WA) / 0216293527
Cara Menuju ke Sana
1. Dengan TransJakarta
Naik TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) menuju arah Kota. Turun di Halte Glodok.
Dari halte, berjalan menuju kawasan Pecinan Glodok dan masuk ke arah Jalan Kemenangan.
Lanjutkan perjalanan menuju Jalan Kemenangan III. Kawasan di sekitar gereja dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 5–10 menit dari area Halte Glodok, bergantung pada pintu keluar dan rute berjalan yang digunakan.
Gereja berada di Jl. Kemenangan III No. 47 dan mudah dikenali dari arsitektur khas Tionghoa dengan dominasi warna merah dan emas.
2. Dengan KRL Commuter Line
Naik KRL menuju Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dilayani antara lain oleh Bogor Line dan Tanjung Priok Line.
Keluar dari stasiun menuju arah Glodok/Pancoran Chinatown. Dapat menggunakan Halte TJ Stasiun Jakarta Kota. Lalu turun di Halte Glodok.
Berjalan melewati kawasan Glodok menuju Jalan Kemenangan.
Lanjutkan ke Jalan Kemenangan III hingga tiba di gereja.
3. Dengan MRT Jakarta
Naik MRT dan turun di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.
Berjalan menuju halte TransJakarta terdekat dan lanjutkan dengan Koridor 1 arah Kota.
Turun di Halte Glodok.
Dari halte, berjalan sekitar 5–10 menit menuju Jalan Kemenangan III hingga tiba di gereja
Lainnya di kategori ini




