
GPIB Pniel Jakarta
Beranda / Article / Enjoy Wisata Religi / GPIB Pniel Jakarta

Published | By Administrator
GPIB Pniel Jakarta: Pesona Gereja Ayam yang Bersejarah di Pasar Baru
Di tengah kesibukan kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang mudah dikenali dari ornamen ayam di bagian puncaknya. Bangunan tersebut adalah GPIB Pniel Jakarta, atau yang lebih populer di kalangan masyarakat dengan nama Gereja Ayam.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, GPIB Pniel juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan perkembangan arsitektur Jakarta. Keunikan bangunan, nilai sejarah, serta lokasinya yang berada di kawasan wisata Pasar Baru menjadikannya menarik untuk dikenali oleh pencinta sejarah dan wisata perkotaan.
Asal-usul GPIB Pniel atau Gereja Ayam
Sejarah GPIB Pniel bermula dari sebuah kapel kecil yang pernah berdiri di kawasan tersebut. Seiring bertambahnya jumlah jemaat, bangunan yang lebih besar kemudian didirikan pada awal abad ke-20.
Gereja yang terlihat sekarang dibangun sekitar tahun 1913 hingga 1915. Perancangannya dikaitkan dengan biro arsitek Ed Cuypers dan Hulswit, yang turut menghasilkan sejumlah bangunan penting pada masa Hindia Belanda.
Pada masa kolonial, gereja ini dikenal sebagai tempat beribadah bagi masyarakat dari beragam latar belakang. Kehadirannya mencerminkan kehidupan sosial dan keberagaman masyarakat Batavia pada masa itu.
Sebutan Gereja Ayam berasal dari ornamen berbentuk ayam yang terdapat di bagian atas bangunan. Ornamen tersebut sebenarnya merupakan penunjuk arah angin yang kemudian berkembang menjadi ikon GPIB Pniel.
Bentuk ayam yang terlihat dari kejauhan membuat masyarakat lebih mudah mengenali bangunan ini. Hingga sekarang, nama Gereja Ayam tetap melekat dan menjadi salah satu daya tarik yang membedakannya dari gereja bersejarah lainnya di Jakarta.
Pengunjung perlu mencatat bahwa GPIB Pniel Jakarta berbeda dengan tempat wisata bernama Gereja Ayam yang berada di kawasan Magelang, Jawa Tengah.
Keindahan Arsitektur GPIB Pniel Jakarta
Salah satu alasan GPIB Pniel menarik perhatian adalah karakter arsitekturnya. Bangunan ini menampilkan perpaduan pengaruh arsitektur Eropa, khususnya unsur Italia dan Portugis, dengan bentuk yang sering dikaitkan dengan gaya Neo-Romanesque.
Fasad berwarna terang, dua menara di bagian depan, jendela-jendela tinggi, serta susunan bangunan yang simetris memberikan kesan klasik dan berwibawa. Di dalamnya juga masih terdapat sejumlah elemen lama yang menjadi saksi perjalanan gereja selama lebih dari satu abad.
Nilai sejarah tersebut membuat Gereja GPIB Pniel atau Gereja Ayam ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 2015. Penetapan ini menegaskan pentingnya pelestarian bangunan sebagai bagian dari warisan Jakarta.
Wisata Sejarah di Kawasan Pasar Baru
Kunjungan ke GPIB Pniel dapat dipadukan dengan penjelajahan kawasan Pasar Baru. Salah satu kawasan perdagangan tertua di Jakarta ini menawarkan suasana multikultural, deretan toko tekstil dan pakaian, kuliner legendaris, serta berbagai bangunan bersejarah.
Dari kawasan tersebut, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di Jakarta Pusat, seperti Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral Jakarta.
Rangkaian destinasi ini cocok untuk wisata jalan kaki bertema sejarah, arsitektur, dan keberagaman Jakarta.
Lokasi
Alamat
Jl. H. Samanhudi No.12 RT.03/RW.05, RT.3/RW.3, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Cara Menuju Lokasi
Transjakarta
Gunakan layanan Transjakarta yang berhenti di Halte Juanda atau Halte Pasar Baru.
Dari Halte Juanda, lanjutkan dengan berjalan kaki menuju Jalan H. Samanhudi.
Dari Halte Pasar Baru, perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki
KRL Commuter Line
Lainnya di kategori ini




