Enjoy Jakarta
Kampung Tugu: Menelusuri Jejak Warisan Portugis di Jakarta Utara

Kampung Tugu: Menelusuri Jejak Warisan Portugis di Jakarta Utara

Kampung Tugu: Menelusuri Jejak Warisan Portugis di Jakarta Utara

Beranda / Article / Enjoy Wisata Budaya / Kampung Tugu: Menelusuri Jejak Warisan Portugis di Jakarta Utara

Published | By Administrator

Di balik hiruk pikuk Jakarta Utara, terdapat sebuah kawasan bersejarah yang menyimpan kisah panjang tentang keberagaman budaya Indonesia. Kampung Tugu merupakan salah satu kampung tertua di Indonesia yang masih mempertahankan tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat keturunan Portugis hingga saat ini.

Terletak di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Kampung Tugu menawarkan pengalaman wisata budaya yang berbeda. Pengunjung dapat menyaksikan bangunan bersejarah, menikmati kuliner khas, mendengarkan alunan musik Keroncong Tugu, hingga mengenal tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun.


Kampung Bersejarah Sejak Abad ke-17

Sejarah Kampung Tugu bermula pada abad ke-17 ketika sekelompok keturunan Portugis yang dikenal sebagai Mardijkers menetap di kawasan ini setelah memperoleh kebebasan dari pemerintahan kolonial Belanda.

Sejak saat itu, masyarakat Kampung Tugu membangun komunitas yang tetap mempertahankan identitas budaya mereka. Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terlihat melalui tradisi masyarakat, arsitektur, musik, hingga kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kampung Tugu kini menjadi salah satu kawasan cagar budaya yang memperlihatkan bagaimana beragam budaya dapat hidup berdampingan dan menjadi bagian dari sejarah Jakarta


Gereja Tugu, Ikon Bersejarah Kampung Tugu

Salah satu bangunan paling terkenal di kawasan ini adalah Gereja Tugu, yang dibangun pada 1747 dan menjadi salah satu gereja tertua di Jakarta.

Bangunan bergaya kolonial ini masih digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus menjadi simbol sejarah panjang masyarakat Kampung Tugu. Di sekitar gereja, pengunjung dapat melihat rumah-rumah keluarga keturunan Tugu yang masih mempertahankan suasana permukiman tradisional.

Keberadaan gereja ini menjadi saksi perjalanan panjang masyarakat Kampung Tugu selama lebih dari dua abad.


Tradisi yang Tetap Hidup

Yang membuat Kampung Tugu istimewa bukan hanya bangunan bersejarahnya, tetapi juga budaya yang masih dijalankan hingga sekarang.

Setiap tahun, masyarakat Kampung Tugu menyelenggarakan berbagai tradisi yang menjadi identitas mereka, di antaranya Rabo-Rabo dan Mandi-Mandi (sering juga disebut Mande-Mande). Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi keluarga sekaligus ungkapan rasa syukur yang telah berlangsung selama beberapa generasi. Suasana kampung akan semakin semarak dengan iringan Keroncong Tugu, salah satu bentuk musik keroncong tertua di Indonesia.


Menikmati Kuliner Khas Kampung Tugu

Berkunjung ke Kampung Tugu belum lengkap tanpa mencicipi kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Beberapa hidangan yang patut dicoba antara lain:

  • Bandeng Serani, olahan ikan bandeng dengan kuah gurih bercita rasa khas.
  • Gado-Gado Tugu, sajian sayuran dengan bumbu kacang yang memiliki cita rasa khas Kampung Tugu.
  • Kue Pisang Udang, kudapan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kuliner-kuliner tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Kampung Tugu yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat

Lokasi

Alamat

Kampung Tugu
Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing
Jakarta Utara 14130

Jam Operasional

Kawasan kampung dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam.

Untuk mengunjungi Gereja Tugu atau mengikuti kegiatan budaya, disarankan datang pada jam kunjungan atau saat terdapat agenda khusus

Harga Tiket

Gratis.

Cara Menuju Kampung Tugu

Dengan TransJakarta

Naik Koridor 10 (Tanjung Priok–PGC) atau koridor TransJakarta lain yang terhubung menuju Terminal/Halte Tanjung Priok. Lanjutkan menggunakan layanan TransJakarta non-BRT atau Mikrotrans menuju kawasan Cilincing, lalu gunakan transportasi daring atau ojek lokal menuju Kampung Tugu yang berjarak sekitar 3–5 km.


Dengan KRL Commuter Line

Naik KRL Commuter Line menuju Stasiun Tanjung Priok. Dari stasiun, lanjutkan perjalanan menggunakan taksi atau layanan transportasi daring menuju Kampung Tugu dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.



Dengan Kendaraan Pribadi

Kampung Tugu dapat diakses melalui Jalan Raya Cilincing atau Jalan Raya Bekasi. Perjalanan dari kawasan Monas atau Bundaran HI umumnya memakan waktu sekitar 45–60 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Rekomendasi

Gedung Candra Naya: Menjelajahi Pesona Oase Sejarah di Tengah Modernitas

15 Juli 2026

Gedung Candra Naya: Menjelajahi Pesona Oase Sejarah di Tengah Modernitas

Gedung Candra Naya: Menjelajahi Pesona Oase Sejarah di Tengah Modernitas

Lainnya di kategori ini

 Museum di Tengah Kebun

22 Agustus 2023

Museum di Tengah Kebun

Museum di Tengah Kebun
A Day Full of Fun At Kemang

10 November 2023

A Day Full of Fun At Kemang

A Day Full of Fun At Kemang
Aula Simfonia

20 Agustus 2026

Aula Simfonia

Aula Simfonia

NEWSLETTER

Enjoy Jakarta

Hubungi Kami

Tourist Information Center (TIC) Djakarta Theater Jl. M.H. Thamrin No.9, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230

0813-2063-343

Design & Development by ENJOYJAKARTA

TiktokYoutubeInstagramFacebook

© 2026 All Rights Reserved by Jakarta Tourism