
Pulau Kelor, Destinasi Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu
Beranda / Article / Enjoy Wisata Alam / Pulau Kelor, Destinasi Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu

Published | By Administrator
Jika Teman Jakarta mencari destinasi wisata bahari yang dekat dari Jakarta namun menawarkan pengalaman berbeda, Pulau Kelor Kepulauan Seribu bisa menjadi pilihan yang tepat. Pulau kecil ini memadukan keindahan pantai dengan nilai sejarah tinggi yang masih terjaga hingga kini. Karena lokasinya yang berdekatan dengan daratan Jakarta, Pulau Kelor menjadi salah satu tujuan favorit untuk one day trip maupun bagian dari island hopping di Kepulauan Seribu.
Pulau Kelor memiliki luas sekitar 28 hektare dan berada di gugusan pulau bersejarah bersama Pulau Onrust dan Pulau Bidadari. Dahulu, pulau ini dikenal sebagai Pulau Kerkhof dan diyakini memperoleh nama "Kelor" karena banyaknya pohon kelor yang tumbuh di kawasan tersebut.
Daya Tarik Pulau Kelor
Hal yang membuat Pulau Kelor berbeda dibanding pulau lainnya di Kepulauan Seribu adalah keberadaan benteng peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.
Benteng Martello yang Ikonik
Ikon utama Pulau Kelor adalah Benteng Martello, bangunan inin dibangun pada abad ke-19 sebagai bagian dari sistem pertahanan Batavia. Pada pertengahan abad ke-19, pemerintah Belanda membangun Benteng Martello yang kini menjadi ikon Pulau Kelor. Meski sebagian bangunannya telah rusak akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, sisa-sisa benteng masih berdiri kokoh dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan maupun pecinta sejarah.
Area benteng juga menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto karena menghadirkan perpaduan unik antara arsitektur bersejarah dengan latar laut biru.
Selain benteng, wisatawan juga dapat menemukan berbagai jejak sejarah lain, termasuk area yang dikenal sebagai Kuburan Kapal Tujuh, yang semakin memperkaya nilai historis pulau ini. Karena warisan sejarah tersebut, Pulau Kelor kini ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya di Kepulauan Seribu.
Menikmati Pantai dan Laut yang Jernih
Selain wisata sejarah, Pulau Kelor menawarkan pantai berpasir putih dengan pemandangan air laut. Wisatawan dapat bersantai di tepi pantai, menikmati semilir angin laut, atau sekadar berjalan -jalan mengelilingi pulau ini. Suasana Pulau Kelor cenderung lebih tenang dibandingkan beberapa pulau wisata lainnya sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Aktivitas Seru di Pulau Kelor
Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan selama berkunjung ke Pulau Kelor, antara lain:
- Berfoto di Benteng Martello.
- Menikmati panorama laut Kepulauan Seribu.
- Piknik bersama keluarga atau teman.
- Bermain di pantai
- Memancing
- Island hopping menuju Pulau Onrust dan Pulau Cipir.
- Menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.
Banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ke Pulau Kelor dengan Pulau Onrust dan Pulau Cipir karena ketiga pulau tersebut memiliki nilai sejarah yang saling berkaitan.
Lokasi
Cara Menuju ke sana
Pulau Kelor dapat dicapai menggunakan kapal dari Dermaga Marina Ancol maupun kapal penyeberangan dari Pelabuhan Muara Kamal atau pelabuhan lain yang melayani rute menuju kawasan sejarah Kepulauan Seribu.
Waktu tempuh menuju Pulau Kelor relatif singkat, sekitar 30–60 menit, tergantung jenis kapal yang digunakan dan kondisi cuaca.
Tarif perjalanan bervariasi sesuai operator dan jenis layanan, umumnya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per orang untuk perjalanan tertentu atau paket wisata.
Tips Berwisata ke Pulau Kelor
Agar perjalanan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang dapat diperhatikan:
- Gunakan topi dan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari
- Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan di sekitar benteng.
- Bawa tumbler air minum sendiri.
- Selalu menjaga kebersihan pulau.
- Ikuti arahan petugas ketika berada di area bangunan bersejarah.
Lainnya di kategori ini

26 Maret 2026
Berwisata ke Taman Bendera Pusaka: Ruang Hijau Baru di Jakarta Selatan



