
Vihara Dharma Bhakti, Menelusuri Jejak Pecinan Jakarta Sejak 1650
Beranda / Article / Enjoy Wisata Religi / Vihara Dharma Bhakti, Menelusuri Jejak Pecinan Jakarta Sejak 1650

Published | By Administrator
Di balik hiruk-pikuk sibuknya pasar, toko obat tradisional, aroma makanan, dan gang-gang sempit kawasan Petak Sembilan, Glodok, berdiri salah satu saksi penting perjalanan komunitas Tionghoa di Jakarta: Vihara Dharma Bhakti.
Kelenteng yang juga dikenal sebagai Kim Tek Ie, Jin De Yuan, atau Klenteng Petak Sembilan ini telah berdiri sejak pertengahan abad ke-17. Di tengah Jakarta yang terus berubah, Vihara Dharma Bhakti masih hidup sebagai tempat ibadah, ruang berkumpul masyarakat, sekaligus destinasi wisata sejarah dan budaya.
Datang pada pagi biasa, pengunjung akan menemukan sisi Glodok yang berbeda. Asap dupa perlahan memenuhi halaman, lampion merah tergantung di antara bangunan, sementara umat datang silih berganti untuk bersembahyang. Saat Tahun Baru Imlek, suasananya berubah jauh lebih semarak dan kawasan di sekeliling vihara dipadati umat serta pengunjung.
Bagi wisatawan, tempat ini bukan sekadar objek untuk difoto. Vihara Dharma Bhakti merupakan tempat ibadah aktif dan bersejarah, sehingga kunjungan terbaik adalah ketika rasa ingin tahu terhadap sejarah berjalan beriringan dengan penghormatan kepada umat yang sedang beribadah.
Pernah Terbakar, Kemudian Dibangun Kembali
Usia ratusan tahun membuat perjalanan Vihara Dharma Bhakti diwarnai beberapa kali kerusakan.
Selain kehancuran pada abad ke-18, kebakaran besar kembali terjadi pada 2015 dan merusak bagian penting kompleks vihara. Pemerintah Jakarta mencatat proses rehabilitasi dan pembangunan kembali dimulai beberapa tahun kemudian dengan memperhatikan status dan karakter historis bangunan.
Itulah sebabnya sebagian struktur yang terlihat sekarang merupakan hasil pemulihan, sementara fungsi spiritual dan tradisi keagamaannya tetap berlanjut.
Justru lapisan sejarah inilah yang membuat Vihara Dharma Bhakti menarik. Ia bukan bangunan tua yang berhenti pada masa lalu, melainkan situs bersejarah yang tetap digunakan dari generasi ke generasi.
Lokasi
Alamat
Vihara Dharma Bhakti / Jin De Yuan / Kim Tek Ie
Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No. 19, RT 03/RW 02, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11120
Jam Operasional
Setiap hari pukul 06.00 - 16.00 WIB
Waktu yang disarankan: sekitar 08.00–10.00 WIB untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih nyaman sebelum kawasan Petak Sembilan semakin ramai.
Harga Tiket Masuk
Gratis
Kontak
Telepon: +62 (21) 6297451
Email: dharmabakti1650@gmail.com
Hal yang Menarik di Vihara Dharma Bhakti
1. Arsitektur dan Warna Khas Kelenteng Tionghoa
Merah menjadi warna yang paling dominan ketika memasuki kompleks vihara. Pilar, pintu, altar, lampion, serta detail arsitekturnya menciptakan suasana yang berbeda dari jalan-jalan padat Glodok di luar gerbang.
Perhatikan pula bentuk atap, ornamen, ukiran, tempat pembakaran dupa, dan susunan altar. Jangan terburu-buru hanya mencari spot foto; detail kecil justru sering menceritakan usia dan fungsi bangunan dengan lebih menarik.
2. Suasana Ibadah yang Masih Hidup
Inilah salah satu alasan utama Vihara Dharma Bhakti terasa berbeda dari museum.
Umat masih datang untuk menyalakan dupa, lilin, membawa persembahan, dan berdoa. Pada tanggal pertama dan ke-15 dalam kalender lunar, jumlah umat biasanya meningkat. Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi salah satu periode paling ramai.
3. Gerbang Menuju Petak Sembilan dan Pecinan Glodok
Kunjungan ke vihara sebaiknya tidak berdiri sendiri. Begitu keluar dari kompleks, wisatawan langsung berada di salah satu kawasan Pecinan paling berkarakter di Jakarta.
Petak Sembilan sejak lama menjadi pusat aktivitas perdagangan, sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Tionghoa Jakarta. Karena itu, berjalan kaki dari vihara menuju pasar tradisional, Gang Gloria, Jalan Pancoran, hingga Kota Tua dapat menjadi perjalanan wisata sehari yang menarik.
Cara Menuju ke Vihara Dharma Bhakti
Cara ke Vihara Dharma Bhakti Naik TransJakarta
Pilihan paling mudah adalah menggunakan TransJakarta Koridor 1 rute Blok M–Kota dan turun di Halte Glodok.
TransJakarta masih mencantumkan Koridor 1 Blok M–Kota sebagai rute aktif, dan Halte Glodok termasuk halte di koridor tersebut.
Dari Halte Glodok:
- Keluar menuju kawasan Jalan Pancoran/Glodok.
- Berjalan menuju Petak Sembilan.
- Masuk ke Jalan Kemenangan dan ikuti arah menuju Vihara Dharma Bhakti.
- Waktu berjalan kaki sekitar 5–10 menit, tergantung pintu keluar dan kondisi kawasan.
Petak Sembilan berada hanya beberapa ratus meter dari Halte Glodok.
Cara ke Vihara Dharma Bhakti Naik KRL
Stasiun KRL terdekat adalah Stasiun Jakarta Kota.
Dari Bogor atau Depok, gunakan perjalanan Commuter Line yang mengarah ke Jakarta Kota. Dari jaringan KRL lainnya, lakukan transit sesuai rute perjalanan hari itu hingga mencapai Jakarta Kota.
Setelah turun:
- Keluar dari Stasiun Jakarta Kota.
- Berjalan ke arah Jalan Pintu Besar Selatan.
- Lanjutkan menuju Jalan Pancoran dan kawasan Glodok.
- Masuk ke Petak Sembilan dan Jalan Kemenangan III.
Jaraknya sekitar 800–900 meter dengan waktu berjalan kaki kurang lebih 10–15 menit.
Dari Kota Tua Jakarta
Jika Anda sudah berada di kawasan Kota Tua, tidak perlu naik kendaraan lagi.
Dari sekitar Museum Fatahillah atau Stasiun Jakarta Kota, berjalanlah ke selatan menuju Glodok dan Jalan Pancoran. Dalam sekitar 15 menit, suasana kolonial Kota Tua perlahan berganti menjadi kawasan Pecinan.
Rekomendasi
Lainnya di kategori ini





